
Pesanan makanan yang sudah dibuat dengan baik bisa kehilangan kualitasnya ketika sampai ke tangan pelanggan. Makanan berkuah tumpah, minyak merembes keluar, tutup terbuka, atau kemasan berubah bentuk selama perjalanan tentu bisa membuat pelanggan kecewa.
Karena itu, memilih kemasan makanan untuk delivery tidak cukup hanya berdasarkan harga atau tampilannya. Kemasan harus disesuaikan dengan jenis makanan, jumlah isi, karakter makanan, hingga jarak pengiriman.
Terlebih untuk makanan yang sering dikirim menggunakan layanan pesan antar, kondisi kemasan akan menghadapi berbagai guncangan selama perjalanan. Kemasan yang kurang sesuai dapat meningkatkan risiko makanan tumpah, bocor, atau rusak sebelum sampai ke pelanggan. Lalu, bagaimana cara memilih kemasan makanan yang tepat untuk delivery?
Mengapa Pemilihan Kemasan Penting untuk Delivery?
Saat makanan disajikan langsung di tempat, kemasan mungkin tidak menjadi perhatian utama. Namun, kondisinya berbeda ketika makanan harus menempuh perjalanan beberapa kilometer. Selama proses delivery, kemasan dapat mengalami:
- Guncangan kendaraan
- Posisi makanan yang berubah
- Tekanan dari kemasan lain
- Suhu makanan yang masih panas
- Uap dan kondensasi
- Cairan atau minyak dari makanan
- Waktu perjalanan yang cukup lama
Jika kemasan tidak sesuai dengan karakter makanan, risiko kebocoran dan tumpah menjadi lebih besar. Misalnya, makanan berkuah membutuhkan kemasan dengan penutup yang rapat. Sementara itu, makanan dengan banyak minyak membutuhkan kemasan yang mampu menahan minyak agar tidak mudah merembes. Jadi, kemasan makanan untuk delivery sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan makanan, bukan hanya berdasarkan bentuk kemasannya.
1. Pilih Kemasan Berdasarkan Jenis Makanan
Langkah pertama adalah melihat karakter makanan yang akan dikirim. Tidak semua makanan membutuhkan jenis kemasan yang sama. Nasi dengan lauk kering tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan mie berkuah, sup, salad, atau makanan dengan banyak saus. Berikut gambaran sederhananya:
| Jenis Makanan | Risiko Saat Delivery | Kemasan yang Dapat Dipertimbangkan |
|---|---|---|
| Nasi dan lauk | Kemasan lembek atau rusak | Paper Lunch Box / Box Nasi |
| Nasi dengan beberapa lauk | Lauk bercampur atau berantakan | Mika Bento |
| Mie dan makanan berkuah | Kuah tumpah atau bocor | Paper Bowl / Thinwall |
| Salad dan makanan dingin | Isi berubah posisi | Paper Bowl / wadah plastik |
| Makanan dengan saus | Saus merembes atau tumpah | Wadah dengan tutup rapat |
| Dessert | Bentuk makanan rusak | Wadah sesuai ukuran |
| Minuman | Tumpah atau tutup terbuka | Gelas Cup dengan penutup sesuai |
Tabel tersebut bukan berarti satu jenis kemasan hanya bisa digunakan untuk satu makanan. Yang terpenting adalah mencocokkan karakter makanan dengan kemampuan kemasan.
2. Perhatikan Kualitas Tutup Kemasan
Salah satu penyebab makanan tumpah saat delivery adalah penutup yang kurang sesuai. Kemasan yang terlihat bagus belum tentu memiliki sistem penutupan yang ideal untuk makanan yang dibawa menggunakan kendaraan.
Untuk makanan berkuah atau memiliki banyak saus, perhatikan apakah tutup dapat terpasang dengan baik dan tidak mudah terbuka ketika kemasan mengalami guncangan. Hal ini menjadi semakin penting apabila makanan harus dikirim dalam jarak cukup jauh.
Semakin lama perjalanan, semakin besar kemungkinan kemasan mengalami berbagai gerakan. Karena itu, penutup harus menjadi salah satu pertimbangan utama ketika memilih kemasan makanan untuk pesan antar.
3. Jangan Menggunakan Kemasan yang Terlalu Besar
Ukuran kemasan juga berpengaruh terhadap kondisi makanan selama perjalanan. Kemasan yang terlalu besar membuat makanan memiliki ruang kosong yang cukup banyak. Ketika kendaraan bergerak, isi makanan dapat lebih mudah bergeser. Akibatnya:
- Lauk dapat berpindah posisi
- Saus menyebar ke bagian lain
- Makanan terlihat berantakan
- Bentuk makanan dapat berubah
Sebaliknya, jangan memaksakan makanan ke dalam kemasan yang terlalu kecil. Kemasan yang terlalu penuh dapat membuat tutup sulit ditutup dengan sempurna dan meningkatkan tekanan pada bagian penutup. Karena itu, pilih ukuran yang cukup untuk menampung makanan tanpa terlalu banyak ruang kosong dan tanpa membuat kemasan terlalu penuh.
4. Sesuaikan Kemasan dengan Makanan Panas
Makanan yang baru selesai dimasak biasanya masih menghasilkan panas dan uap. Jika langsung dimasukkan ke dalam kemasan yang tidak sesuai, uap dapat menyebabkan bagian dalam kemasan menjadi lembap. Pada makanan tertentu, kondisi ini dapat memengaruhi tekstur. Contohnya makanan yang seharusnya tetap renyah dapat menjadi lebih lembek setelah beberapa waktu. Karena itu, ketika memilih kemasan makanan untuk delivery, pertimbangkan:
- Suhu makanan saat dikemas
- Lama perjalanan
- Jenis bahan kemasan
- Ketahanan kemasan terhadap makanan panas
- Kondisi makanan setelah beberapa waktu berada di dalam kemasan
Untuk informasi lebih lengkap mengenai penggunaan kemasan untuk makanan panas, pembahasan tentang cara memilih kemasan makanan yang aman untuk makanan panas juga dapat menjadi referensi.
5. Perhatikan Makanan yang Mengandung Banyak Kuah
Makanan berkuah memiliki risiko lebih tinggi untuk tumpah ketika dikirim. Soto, sup, mie kuah, seblak, dan berbagai makanan dengan saus atau kuah membutuhkan wadah yang berbeda dibandingkan makanan kering. Sebelum memilih kemasan, pertimbangkan: Apakah wadah cukup menampung volume kuah?
Jangan mengisi wadah terlalu penuh. Sisakan ruang yang cukup agar kuah tidak langsung menyentuh bagian penutup ketika wadah mengalami guncangan. Selain itu, pastikan penutup dapat terpasang dengan baik. Untuk makanan berkuah dalam jumlah tertentu, wadah seperti Paper Bowl atau Thinwall dapat dipertimbangkan sesuai karakter makanan dan kebutuhan penyajian.
6. Perhatikan Makanan Berminyak dan Bersaus
Minyak dan saus juga menjadi salah satu tantangan dalam pengiriman makanan. Makanan seperti ayam geprek, nasi dengan sambal, mie dengan minyak, pasta, atau makanan bersaus dapat meninggalkan minyak pada bagian dalam maupun luar kemasan.
Jika material kemasan tidak sesuai, minyak dapat merembes dan membuat bagian luar kemasan terasa berminyak. Selain mengurangi kenyamanan pelanggan, kondisi tersebut juga dapat membuat kemasan terlihat kurang profesional.
Karena itu, pilih kemasan yang memang sesuai untuk makanan yang mengandung minyak atau saus dan selalu sesuaikan dengan spesifikasi produk.
7. Gunakan Kemasan Sekat untuk Makanan dengan Banyak Lauk
Makanan yang memiliki beberapa komponen sering kali lebih mudah berantakan selama perjalanan. Nasi, ayam, sayur, sambal, telur, dan lauk lainnya dapat bercampur jika ditempatkan dalam satu ruang. Untuk kondisi seperti ini, Mika Bento dengan beberapa sekat dapat menjadi salah satu pilihan.
Sekat membantu memisahkan makanan sehingga tampilannya tetap lebih teratur ketika sampai ke pelanggan. Selain untuk makanan utama, konsep kemasan dengan beberapa bagian juga dapat digunakan untuk catering, nasi box, menu paket, atau makanan yang memiliki beberapa lauk berbeda.
Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai cara memilih Mika Bento agar makanan tidak mudah tumpah saat delivery, baca juga artikel Tips Memilih Mika Bento Berkualitas Agar Makanan Tidak Tumpah Saat Delivery.
8. Pilih Kemasan yang Tidak Mudah Berubah Bentuk
Kemasan makanan untuk delivery tidak hanya harus mampu menahan isi, tetapi juga perlu cukup kuat untuk menghadapi proses pengiriman. Bayangkan makanan sudah dimasukkan ke dalam wadah, kemudian ditumpuk dengan pesanan lain di dalam tas delivery.
Jika kemasan terlalu mudah berubah bentuk, tekanan dari luar dapat memengaruhi isi makanan. Untuk makanan seperti nasi, lauk, mie, atau makanan siap santap, kekuatan kemasan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Jangan hanya melihat harga per pcs. Pertimbangkan juga:
- Kekuatan material
- Ketebalan
- Bentuk kemasan
- Sistem penutup
- Ukuran
- Jenis makanan yang akan dimasukkan
Harga kemasan yang lebih murah belum tentu lebih hemat jika sering menyebabkan makanan rusak atau komplain dari pelanggan.
9. Sesuaikan Kemasan dengan Jarak Pengiriman
Jarak delivery juga perlu diperhitungkan. Untuk pengiriman jarak dekat, kebutuhan kemasan mungkin lebih sederhana. Namun, untuk pengiriman yang membutuhkan waktu lebih lama, kemasan harus mampu mempertahankan kondisi makanan selama perjalanan. Semakin jauh jarak pengiriman, semakin penting memperhatikan:
- Kekuatan kemasan
- Sistem penutup
- Ukuran yang sesuai
- Ketahanan terhadap makanan panas atau berminyak
- Kemungkinan makanan bergeser
- Cara penyusunan di dalam tas delivery
Karena itu, jangan menggunakan satu jenis kemasan untuk seluruh menu tanpa mempertimbangkan karakter setiap makanan.
10. Pilih Kemasan yang Praktis untuk Pelanggan
Kemasan yang baik bukan hanya aman selama perjalanan. Setelah sampai, pelanggan juga harus mudah membukanya. Kemasan yang terlalu sulit dibuka dapat mengurangi kenyamanan. Untuk makanan take away dan delivery, pertimbangkan apakah pelanggan dapat:
- Membuka kemasan dengan mudah
- Mengambil makanan tanpa tumpah
- Membawa kemasan dengan nyaman
- Menyimpan makanan jika belum langsung dimakan
Kemasan yang praktis dapat memberikan pengalaman yang lebih baik setelah makanan sampai.
Kemasan Makanan untuk Delivery Berdasarkan Jenis Menu
Agar lebih mudah menentukan pilihan, berikut gambaran kemasan yang dapat dipertimbangkan berdasarkan jenis makanan:
1. Nasi dan lauk
Untuk nasi dengan lauk kering atau semi-kering, Paper Lunch Box dan Box Nasi dapat menjadi pilihan Paper Lunch Box cocok dipertimbangkan untuk berbagai menu nasi, terutama untuk konsep take away dan delivery Sementara Box Nasi dapat digunakan untuk kebutuhan nasi box, catering, maupun menu makanan yang membutuhkan kemasan berbentuk kotak. Anda dapat melihat perbandingan karakter keduanya melalui artikel Paper Lunch Box vs Box Nasi: Mana yang Lebih Cocok untuk Take Away?.
2. Nasi dengan beberapa lauk
Untuk menu yang memiliki beberapa jenis lauk, Mika Bento dapat dipertimbangkan karena tersedia dalam konsep beberapa sekat. Tujuannya bukan hanya membuat tampilan makanan lebih rapi, tetapi juga membantu memisahkan komponen makanan.
3. Mie, sup, dan makanan berkuah
Untuk makanan yang membutuhkan wadah lebih tinggi dan tertutup, Paper Bowl atau wadah plastik seperti Thinwall dapat menjadi alternatif sesuai karakter menu. Pastikan ukuran wadah cukup dan jangan mengisi terlalu penuh agar kuah memiliki ruang yang cukup selama perjalanan.
4. Dessert dan makanan ringan
Dessert, snack, salad, atau makanan ringan dapat menggunakan wadah yang ukurannya disesuaikan dengan volume makanan. Ukuran yang terlalu besar dapat membuat makanan bergerak selama pengiriman.
Temukan Kemasan Makanan yang Sesuai di Marhen Pack
Memilih kemasan makanan untuk delivery memang tidak bisa hanya berdasarkan bentuk atau harga. Jenis makanan, suhu, jumlah isi, kandungan kuah atau minyak, jarak pengiriman, hingga sistem penutup perlu diperhatikan agar makanan dapat sampai kepada pelanggan dalam kondisi yang tetap baik.
Marhen Pack menyediakan berbagai pilihan kemasan makanan dan minuman untuk kebutuhan catering, restoran, take away, delivery, dan berbagai kebutuhan kuliner lainnya. Mulai dari Paper Lunch Box, Box Nasi, Paper Bowl, Mika Bento, Thinwall, hingga Gelas Cup, pilihan kemasan dapat disesuaikan dengan jenis menu dan kebutuhan Anda.
FAQ – Kemasan Makanan untuk Delivery
Kemasan yang cocok untuk delivery harus disesuaikan dengan jenis makanan. Makanan nasi dapat menggunakan Paper Lunch Box atau Box Nasi, makanan berkuah dapat mempertimbangkan Paper Bowl atau Thinwall, sedangkan makanan dengan beberapa lauk dapat menggunakan Mika Bento.
Gunakan kemasan dengan ukuran yang sesuai, jangan mengisi wadah terlalu penuh, pastikan tutup terpasang dengan baik, dan pilih jenis kemasan yang sesuai dengan karakter makanan.
Makanan berkuah membutuhkan wadah yang mampu menampung cairan dengan baik dan memiliki penutup yang sesuai. Paper Bowl atau Thinwall dapat dipertimbangkan sesuai jenis makanan, ukuran porsi, dan kebutuhan delivery.
Paper Lunch Box dapat digunakan untuk berbagai menu makanan take away dan delivery, terutama makanan berbasis nasi. Pemilihan ukuran dan cara pengisian tetap perlu disesuaikan dengan jenis makanan. Untuk mengetahui lebih lanjut, baca juga Paper Lunch Box untuk Nasi Goreng: Kenapa Jadi Pilihan Banyak Penjual?.
Kemasan sekat dapat menjadi pilihan untuk makanan yang memiliki beberapa komponen atau lauk. Sekat membantu memisahkan makanan sehingga tampilannya lebih teratur dan mengurangi kemungkinan makanan bercampur selama perjalanan.
Perhatikan material, ukuran, kapasitas, sistem penutup, ketahanan kemasan, kesesuaian dengan makanan, serta lakukan pengujian terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar.
Jika masih bingung menentukan kemasan yang tepat?
Konsultasikan kebutuhan kemasan makanan Anda dengan Marhen Pack. Hubungi Marhen Pack untuk mendapatkan informasi produk, ukuran, dan pilihan kemasan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.